Soal Bahasa Indonesia UBSI Pertemuan 1
TUGAS MATERI 1
KONSEP BAHASA, FUNGSI BAHASA, DAN SIFAT BAHASA
SOAL PILIHAN GANDA !!
Bangsa Indonesia seharusnya memiliki kebanggaan dalam menggunakan bahasa Indonesia. Dalam hal ini bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dengan fungsi sebagai …
A. Lambang kebanggaan nasional
Bahasa Indonesia memiliki berbagai fungsi. Salah satunya, bahasa Indonesia merupakan sarana perhubungan antarbudaya dan antardaerah. Hal tersebut berkaitan dengan fungsi bahasa Indonesia sebagai ...
B. Bahasa nasional
Cermatilah ilustrasi konsep bahasa berikut ini.
Endah : Tadi pagi saya melihat berita di televisi. Saya ikut prihatin atas kejadian yang
menimpa Kampung Banaran Kabupaten Ponorogo.
Rama : Memangnya berita tentang apa?
Farhan : Wah, ketinggalan berita kamu, Rama. Itu lho, berita tentang tanah longsor.
Endah : Bayangkan saja, hujan deras selama tiga jam telah mengakibatkan banjir dan tanah
longsor. Sampai pagi tadi sudah 6 mayat ditemukan.
Ilustrasi di atas termasuk ke dalam konsep ragam bahasa…
Ragam bahasa santai
Bahasa Indonesia dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa, Cerpen dll. kadang-kadang bahasa yang dipakai juga memiliki makna konotasi dan makna denotasi.
Fungsi Bahasa Indonesia semacam ini termasuk dalam fungsi...
B. Mewujudkan seni (sastra).
Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting sebagai Bahasa nasional yang tertuang dalam Ikrar Sumpah Pemuda yang berbunyi:
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ikrar ketiga dalam Sumpah Pemuda tersebut menegaskan tentang ...
B. Pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia
ESAY
Didalam sifat Bahasa terdapat bahasa itu bervariasi, jelaskan yang dimaksud dengan Bahasa itu bervariasi dan tuliskan 2 contoh kalimat dialek dari daerah Anda !
Jawaban :
Bahasa itu bervariasi Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari berbagai orang dengan berbagai status sosial dan latar belakang budaya yang tidak sama. Karena perbedaan tersebut maka bahasa yang digunakan menjadi bervariasi. Ada tiga istilah dalam variasi bahasa yaitu:
Idiolek : Ragam bahasa yang bersifat perorangan.
Dialek : Variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat
pada suatu tempat atau suatu waktu.
Ragam : Variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tertentu. Misalnya,
ragam baku dan ragam tidak baku.
Salah satu elemen ekternal bahasa dalam kajian soiolinguistik adalah variasi bahasa. Variasi bahasa tidak datang begitu saja, namun lahir atas keanekaragaman bahasa dan aktualisasinya di masyarakat, yang hingga kini keanekaragaman tersebut tidak terbatas. Variasi bahasa jika ditinjau dari segi keformalan terdapat lima yaitu
Ragam beku adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi khidmat, upacara upacara resmi misalnya upacara hari kemerdekaan suatu Negara, sehingga variasi ini disebut variasi yang sangat formal.
Sementara ragam resmi atau ragam formal yaitu variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan, rapat dinas, surat menyurat, buku-buku pelajaran, karya tulis ilmiah dan sebagainya.
Ragam usaha atau konsultatif adalah ragam bahasa yang lazim digunakan di dalam rapat rapat, di sekolah, di kantor, di perusahaan, atau pembicaraan yang berorientasi pada output dan produktif.
Ragam santai atau ragam casual adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana tidak resmi seperti perbincangan keluarga, kerabat dalam suasana santai baik tatap muka maupun dalam suasana telpon. Ragam santai ini dapat juga ditemukan dalam ranah jual beli di pasar dan di tempat umum lainnya.
Ragam akrab atau ragam intim adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh penutur yang hubungannya sudah akrab seperti antar anggota keluarga, antar teman yang sudah saling akrab. Dari segi keformalan tersebut variasi bahasa digunakan berdasarkan situasi, maksud penggunaan dan juga kepada siapa penutur berbicara.
Kalimat Dialek Daerah Makassar
Pada dialek orang Makassar, terdapat sejumlah klitika yang umum digunakan. Misalnya unsur mi, ji, pi, ki, mo, yang penggunaannya menimbulkan makna berbeda-beda. Kalau kamu belum terbiasa atau bukan penutur dialek Makassar, pasti dibikin bingung.
Contoh :
-mi Pernah dengar orang Makassar bilang "makanmi"? Itu bukan tawaran untuk makan mi goreng atau mi ayam, melainkan kata untuk mempersilakan orang lain makan. Dalam bahasa Makassar, unsur -mi sepadan dengan -lah dalam bahasa Indonesia. Jadi, maknanya seperti “makanlah”. Tapi unsur -mi juga bisa bermakna "saja". Misal: ambilmi = ambil saja, bukami = buka saja, biarmi = biar saja. Dapat pula bermakna telah atau sudah, misalnya dalam konteks “Selesaimi dari tadi” semakna dengan “Pekerjaan ini telah selesai sejak tadi”.
–ji “Kitaji di hatiku”. Itu salah satu bentuk ungkapan rasa cinta kepada pasangan dalam dialek Makassar. Klitika -ji bermakna "cuma" dalam bahasa Indonesia. Kalimat di atas berarti “cuma kamu di hatiku”. Yang perlu kamu ingat, dalam dialek Makassar, kata "kita" bukan berarti aku dan kamu. Kita sepadan dengan kata kamu, tapi bentuk yang lebih halus dan sopan atau lebih menghormati. Jadi, di Makassar, kalau penutur itu menghormarti kamu atau untuk menunjukkan kesopanan, dia tidak akan mengucapkan “kamu atau kau”, tetapi akan memanggilmu dengan sebutan “kita”.
-pi Unsur -pi berkaitan dengan masa atau waktu, dan biasanya menunjukkan makna akan atau nanti. Misal “Besokpi saya menyusul” berarti “Besok saya akan menyusul”. Bisa juga bermakna lagi, misal “Tambah satupi” berarti “Tambah satu lagi”.
-ki Klitika -ki ini berfungsi memastikan kebenaran informasi, sehingga sering terdapat pada kalimat tanya. Misal, “Putuski Dilan sama Milea?” bermakna “Betulkah Dilan dan Milea putus?” Selain itu, bisa juga merujuk ke orang ketiga atau dia. Misal, adaki, pulangki, datangki = ada dia, dia pulang, dia datang.
-ki’ Berbeda lagi, klitika -ki’ digunakan sebagai pilihan kata yang sopan. Semakna dengan kata kamu, tetapi digunakan untuk orang yang lebih tua atau agar terdengar santun. Misal, “Masukki’, makanki’ janganki’ malu-malu” yang artinya “Mari masuk, mari makan, jangan malu-malu”. Fungsi -ki’ pada kalimat tersebut adalah sebagai penghormatan dan kesantunan.
-ko Semakna dengan klitika -ki’, namun -ko digunakan untuk orang yang sebaya atau kadang juga digunakan saat emosi karena mengandung nilai rasa yang kurang santun. Misal, “Kubenciko, janganko muncul lagi di hadapanku” bermakna “Saya benci kamu, jangan muncul lagi di hadapanku.” Jadi kalau tadinya sayang tiba-tiba benci, maka klitika akan beralih dari -ki’ menjadi -ko.
-mo Klitika mo- merujuk pada kata saja atau mengajak sesuatu untuk mengikuti. Misal, “Saya mo!” yang berarti “Saya Saja!”. Contoh lainnya “Kau mo yang pilih tempat!” yang berarti “Kamu saja yang pilih tempat!”
Itu dia tujuh klitika paling sering digunakan sehari-hari dalam dialek makassar.
Komentar